Kembali ke Jakarta (Devi Anissa Nasrah)

 

Mungkin judulnya terdengar berlebihan, seolah-olah aku pergi ke sebuah tempat yang jauh dari peradaban ibu kota. Tidak jauh, hanya 3 jam perjalanan yang harus ku tempuh. Namun suasananya sangat berbeda dengan tempat yang kutinggali kini. Mataku masih berat dan dinginnya AC menambah lemasnya badanku. Ku lihat beberapa penumpang sudah mulai dengan tidurnya. Entah bisa dikatakan tidur atau hanya sekedar memejamkan mata menutupi kebosanan perjalanan selama tiga jam ini.

Semua orang punya alasan yang berbeda untuk memejamkan matanya. Malam itu aku terlalu lelah untuk melihat sisi kiri jalan dan lagi pula tidak ada yang bisa kulihat karena yang ada hanya pekatnya malam. Kulalui saja dengan tidur dan kupasang pemutar music oren yang selalu menemaniku melewati perjalanan pulang ini.

Lagu demi lagu bergantian memainkan iramanya sendiri. Biarlah dia bernyanyi sepuasnya. Tak pernah aku menyangka akan melalui jalan ini sendirian dan hampir setiap minggu. Aku dulu begitu takut dengan apa yang akan terjadi. Mungkin karena terlalu banyak menonton tv dan berita tentang kejadian yang dialami perempuan dalam bus. Kuserahkan pada Tuhan yang akan menjagaku siang dan malam dimana pun aku berada. dan terlelaplah aku.

Sesekali aku terbangun dari tidurku untuk memastikan dimana aku sekarang. Kulihat tas yang dipangkuanku masih berada dipangkuanku, ya dia tidak beranjak kemana-mana. Aman pikirku. Kulihat sorot lampu-lampu dari mobil yang berada di depan, silau dan aku punya alasan untuk tertidur kembali. Dan memang terlalu gelap untuk  mengenali sudah sampai mana aku sekarang.

Asisten si pengemudi, aku sebut begitu karena dialah yang cukup banyak berjasa membantu si pengemudi, mulai bersuara dan menyebut sebuah tempat pemberhentian. Dengan suaranya yang lantang dan keras membangunkan kami. Dia tampak cukup bisa mengenali situasi kami yang sangat lelah dengan perjalanan ini. namun dia tak pernah lelah karena mungkin itulah tugasnya.  Oh,,aku pun terbangun seketika. Cukuplah itu sebagai tanda keberadaanku sekarang. Para penumpang yang tadi terlelap mulai terjaga dan mengambil barang bawaan mereka. Tidak banyak suara yang berarti, hanya gerakan mereka yang harus bangun dari kursi  dan mengantri untuk keluar dari pintu depan.

Bus pun melanjutkan perjalannya. Masuk tol lagi dan hanya perlu sepuluh menit untuk pemberhentian terakhir. Jakarta..aku tidak merindukan sama sekali. Yang kurindukan hanyalah orang-orang yang berada di sini. Kulihat jam tanganku, sebenarnya bukan milikku. Seseorang meminjamkannya padaku. Pukul 10 malam. Dan beginilah cirri khas Jakarta.  Kulihat masih saja ada antrian mobil, oh bukan deretan mobil-mobil sepanjang,,entahlah berapa kilo meter mereka terjebak. Melihatnya saja membuatku lelah. Mereka masih terjebak dengan kemacetan. Orang bilang kalau gak macet bukan Jakarta namanya. Jakarta sepertinya enggan melepas cirri khasnya.

Hanya beberapa menit lagi,aku pasti bergabung dengan deretan mobil itu. Kuamati dengan mata yang masih berat, para pedagang di pinggir jalan, perempuan-perempuan yang tertawa lepas karena akhirnya mereka bisa pulang dari pekerjaannya, ojek-ojek yang menanti di pinggir jalan, angkot kosong yang tiba-tiba diberhentikan oleh polisi lalu lintas. Tampaknya ia sedang kurang beruntung. Penjaja dvd sepanjang trotoar. Kulihat beberapa film baru sudah terpajang disana. Setiap penjual dvd hanya disinggahi seorang pembeli. Dan beberapa pembeli tidak melepas helmnya dari kepala mereka. Aku tertawa dalam hati. Lupa atau tidak ingin dikenali? Penjual gorengan selesai menyusun dagangan mereka dan tinggal menunggu pembeli yang kelaparan dan bingung ingin memakan apa di malam itu.

Jakarta di malam itu. Tidak ada yang berubah, masih sama seperti kemarin dan beberapa saat yang lalu.

-dv, January 20th  2012-

Advertisement

~ by purbha on January 24, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.